Sekilas Tanah Datar

Sekilas Tanah Datar

  • PDFPrintE-mail

Selamat Datang di Tanah Datar Luhak Nan Tuo

Tanah Datar adalah satu dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat dengan ibukotanya Batusangkar. Kabupaten ini terletak tepat di tengah-tengah Propinsi Sumatera Barat .   Kota Batusangkar mudah dijangkau dari kota lainnya di Sumatera Barat, adapun jarak Kota Batusangkar dari Padang 102 Km sekitar 2 jam 15 menit dengan mobil.  Dari Bukittinggi 40 Km, dari Solok 60 Km, dari Payakumbuh 45 Km, dari Sawahlunto 40 Km dan dari Padang Panjang 33 Km. Jalannya mulus dan lancar.

Tanah Datar merupakan daerah tujuan wisata utama di Propinsi Sumatera Barat karena memiliki potensi objek dan daya tarik wisata yang beraneka ragam. Tanah Datar memiliki wisata alam, wisata sejarah, wisata bahari, wisata budaya, atraksi seni tradisional dan daya tarik wisata lainnya yang jumlahnya sekitar 150 buah.

Disini masih ditemukan Atraksi tradisional yang merupaka tradisi anak nagari yang sangat spesifik yang masih dilestarikan antara lain berupa tari – tarian, lukah gilo, Alu Katentong, Pacu Jawi dan Pacu Kuda

Luhak Nan Tuo adalah nama lain dari Tanah Datar karena adanya suatu keyakinan bagi masyarakat Minang Kabau bahwa Tanah Datar merupakan daerah tempat asal usul orang Minang Kabau. Sebagai buktinya, ditemukan perkampungan tua yang disebut Nagari Tuo Pariangan yang berlokasi di Nagari Pariangan Kecamatan Pariangan yang berjarak + 14 km dari kota Batusangkar.

Selain itu di Tanah Datar banyak ditemukan peninggalan sejarah adat Minangkabau, baik berupa benda maupun tatanan budaya adat. Masyarakat Tanah Datar dikenal kuat memegang ajaran adat Minangkabau dan agama islam yang dikenal dengan Sumpah Satie Marapalam yang berbunyi; ” Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah”

Datang ke Batusangkar sangat mengasyikkan karena alamnya yang sejuk dan indah. Sawahnya luas bertingkat-tingkat yang membentang hingga ke kaki gunung Merapi. Jalannya berkelok-kelok dengan pemandangan yang menakjubkan.   Makanannya juga enak-enak dan spesifik, ada kopi daun, aia niro, pangek lapuak, pagek sasau, samba lado putiak ambacang, samba lado buruak, lamang limo kaum dan lain sebagainya.


 

 

TIPS BERWISATA KE TANAH DATAR

 

 

  1. Datanglah lebih pagi supaya lebih banyak objek yang bisa dikunjungi di Batusangkar dan sekitarnya. Akan lebih baik bila datang dengan kendaraan pribadi sehingga bisa hemat waktu dan biaya,
  1. Kunjungilah objek-objek yang sudah berusia ratusan tahun, selain batu-batuan juga dapat dikunjungi Istano Basa Pagaruyung, Istano Silinduang Bulan, Balairung Sari Tabek (usia 400 tahun), Rumah Tuo Balimbiang, Nagari Tuo Pariangan, Benteng Van der Capellen, Informasi lengkapnya anda baca buku ini

 


  1. Pada waktu-waktu tertentu ada atraksi budaya, seperti pacu jawi, lukah gilo, saluang dendang, randai, pacu kuda dan sebagainya,

 

  1. Jangan lupa membawa camera untuk mendokumentasikannya dan buku untuk mencatatnya,

 

  1. Sebelum ke lokasi objek terlebih dahulu, bisa juga minta informasi ke Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar Tanah Datar di Komplek Benteng Vander Capellen Batusangkar, Telp. (0752) 574821. CP. Efrison (Kasi Promosi Wisata) HP. 0812 661 8717,       www.pacujawi.com

 

  1. Waktu akan pulang jangan lupa beli oleh-oleh makanan spesifik.

Julukan Tanah Datar

  • PDFPrintE-mail
KABUPATEN TANAH DATAR DAN JULUKANNYA

 

TANAH DATAR LUHAK NAN TUO

Ada Suatu keyakinan bagi masyarakat Minangkabau, bahwa asal usul orang minangkabaui adalah dari Kbupaten Tanah datar, te[atnya dari nagari pariagan Kecamatan pariangan.

 TANAH DATAR PUSEK JALO PUMPUNAN IKAN

Sebagai Luhak Nan Tuo, Di kabupaten Tanah Datar banyak terdapat peninggalan sejarah adat Minangkabau. Sehingga dijuliki Pusek Jalo Pumpunan Ikan, artinya merupakan pusat dari Adat dan Budaya Minangkabau

KOTA BUDAYA

Batusangkar sebagai Ibukota Kabupaten Tanah Datar dijuluki sebagai Kota Budaya, karena di Daerah ini banyak memiliki potensi Budaya. Pencanangan Batusangkar sebagai Kota Budaya dilakukan oleh Prof. DR. Haryati Soebadio, Direktur Jenderal Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, yang disaksikan Sri Sultan Hamengkubowono ke IX dan Ir. H. Azwar Anas Gubernur Sumatera Barat, pada tanggal 16 Juli 1985.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lambang Daerah

  • PDFPrintE-mail

LAMBANG DAERAH
KABUPATEN TANAH DATAR

logo_tanahdatar

ARTI GAMBAR / LUKISAN

  1. Balai Adat, melambangkan tempat mufakat, tempat melahirkan filsafah alam pikiran khas masyarakat Tanah Datar yang terkenal dengan sistem Demokrasi menurut ALUR DAN PATUT sebagai Lambang Konsekuen melaksanakan Demokrasi.
  2. Atap Balai Adat yang Melingkung Bagai Tanduk Kerbau dan Meruncing/Menjulang ke Atas, merupakan gaya seni bangunan khas Tanah Datar yang melambangkan sifat masyarakatnya yang dinamis, bekerja/berbuat dan bercita-cita luhur untuk kebahagiaan bersama.
  3. Masjid Bertingkat yang Bergobah Bergonjong Lurus ke Atas, melambangkan agama mayoritas masyarakat Tanah Datar dalam bentuk spiritual yang suci berbudi luhur.
  4. Lima Gonjong Balai Adat dan Sebuah Puncak Masjid yang Menjulang Tinggi ke angkasa, melambangkan keseluruhan sejarah Tanah Datar dari zaman ke zaman yang bersemboyankan “Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”.
  5. Padi dan Kapas, melambangkan cita-cita masyarakat menuju kehidupan adil makmur yang diridhai Tuhan.
  6. Keris Pusaka, melambangkan kesatuan tekad jiwa patriot masyarakat Tanah Datar yang mencintai kerukunan/kedamaian dan senantiasa memelihara harga dirinya.

Geografis

  • PDFPrintE-mail

KEADAAN GEOGRAFIS

 

Kabupaten Tanah Datar adalah salah satu kabupaten di Propinsi SumateraBarat yang dikenal sebagai “Luhak Nan Tuo” terletak pada 00°17”s.d. 00°39” LS dan 100°19” s/d 100°51 BT mempunyai luas 1336,00 Km². Wilayah administasi Kabupaten Tanah Datar terdiri dari 14 Kecamatan dan 75 Nagari (setingkat Kelurahan).

Secara geografis wilayah Kabupaten Tanah Datar berada di sekitar kaki gunung Merapi, gunung Singgalang, dan gunung Sago, dan diperkaya pula dengan 25 sungai. Danau Singkarak yang cukup luas sebagian diantaranya merupakan wilayah Kabupaten Tanah Datar yakni terletak di Kecamatan Batipuh Selatan dan Rambatan.

Diantara seluruh kecamatan yang ada, 3 Kecamatan terletak pada ketinggian antara 750 s.d. 1000 meter di atas permukaan laut, yaitu Kecamatan X Koto, Salimpaung, dan Tanjung Baru. Sementara itu empat Kecamatan lainnya, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Tanjung Emas, Padang Ganting, dan Sungai Tarab terletak pada ketinggian 450 s.d. 550 meter dari permukaan laut. Sedangkan 7 Kecamatan lagi terletak pada ketinggian yang bervariasi, misalnya Kecamatan Lintau Buo yang terletak pada ketinggian antara 200 s.d. 750 meter dari permukaan laut.

Bila dilihat dari luas wilayah Kecamatan, maka Kecamatan yang paling kecil luasnya adalah Kecamatan Lima Kaum dengan luas 50,00 Km², sedangkan Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Lintau Buo Utara, yakni 204,31 Km², kemudian diikuti Kecamatan X Koto yang luasnya 152,02 Km².

Ibukota Kabupaten Tanah Datar berada di Batusangkar, uniknya Kota Batusangkar ini berada pada tiga (3) wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Lima Kaum, Kecamatan Tanjung Emas, dan Kecamatan Sungai Tarab. Sedangkan pusat pemerintahan berada di Kecamatan Tanjung Emas atau tepatnya di Nagari Pagaruyung. Kota Batusangkar ini lebih dikenal sebagai Kota Budaya, karena di Kabupaten Tanah Datar terdapat banyak peninggalan dan prasasti terutama peninggalan Istana Basa Pagaruyung yang merupakan pusat Kerajaan Minangkabau.

 

KONDISI UMUM KABUPATEN TANAH DATAR

NO.
URAIAN
KETERANGAN
1.
Letak Geografis 00” 17 LS – 00” 39 LS, 100” 19 BT – 100” 51 BT
2.
Batas-batas Daerah

- Sebelah Utara Kabupaten Agam dan 50 Kota

- Sebelah Selatan Kabupaten Solok

- Sebelah Barat Kabupaten Padang Pariaman

- Sebelah Timur Kota Sawahlunto & Kab. Sijunjung
3.
Ketinggian dari Permukaan Laut 200 - 1000 mdpl
4.
Luas Daerah 1336.00 Km2
5.
Rata-rata Hari Hujan 14 Hari/bulan
6.
Rata-Rata Curah Hujan 11.82 mm/bulan
7.
Jumlah Kecamatan 14 Kecamatan
8.
Jumlah Gunung 3 Buah (Merapi, Singgalang, Sago)
9.
Jumlah Sungai 5 Sungai Besar
10.
Jumlah Danau 1 Buah (Singkarak)
11.
Panjang Jalan Negara 42,70 Km
12.
Panjang Jalan Propinsi 142,90 Km
13.
Panjang Jalan Kabupaten 1408,80 Km

Sumber : Badan Pusat Statistik

hotlinee

ROUTE TOUR DE SINGKARAK 2017


ayo_wisata_ke_tanah_datar